Boras Pihir

Boras Pihir

Wednesday, May 18, 2011

Structure Piles Dr Sortaman Saragih, SH, MARS

DIPAPARKAN DALAM SEMINAR BUDAYA SIMALUNGUN PMS
BATAM SELASA, 17 MEI 2011
LATAR BELAKANG
KRISIS SEJARAH
TIDAK MENGUASAI SEJARAH SIMALUNGUN
KRISIS IDENTITAS
TIDAK MEMPUNYAI IDENTITAS PEREKAT SUKU
KRISIS BUDAYA
TIDAK MENGENAL BUDAYA EKSISTENSI SUKU
KRISIS HAK / OTONOMI
TIDAK MENJADI PEWARIS HAK DI SIMALUNGUN
Gatap ni sin badagei Isuan i huta Damak Adat ni na so pandei Gabe ipahiri halak orang yang tidak bijak akan hidup terhina (pepatah simalungun)
SIAPA ORANG SIMALUNGUN ?
FAKTA SEJARAH :
PENDUDUK NUSANTARA BERASAL DARI INDIA SELATAN (HINDIA BELAKANG)
DATANG DATANG DALAM 2 PERIODE
PERIODE I : PROTOMELAYU (TH 1000 SM)
(BATAK, TORAJA, DAYAK, NIAS)
PERIODE II : DEUTROMELAYU (TH 500 SM)
(JAWA, MADURA, MAKASAR, MELAYU)
PROTOMELAYU
DARI INDIA SELATAN BERLAYAR KE SELAT MALAKA
BERMUKIM DI SIAM (CAMPA) = THAILAND
DARI UTARADISERANG OLEH MONGOLIA
PERKAWINAN CAMPUR DENGAN MONGOLIA
LAHIR RAS TERSENDIRI (SAWO MATANG)


PETA INDIA-THAILAND- SUMATRA
RAS SAWO MATANG
TERPENCAR KE 4 WILAYAH
KE TAGALOG = JADI LELUHUR PHILIPINA
KE SULAWESI = JADI LELUHUR TORAJA
KE SUMATRA = JADI LELUHUR NAGUR
TETAP DI SIAM = JADI LELUHUR THAILAND

PENELITIAN ILMIAH : DR.dr. DELFITRI MUNIR (USU)
KE 4 SUKU INI MEMILIKI GEN “HLA”

PERSAMAAN BUDAYA
GOTONG PUTIH (PORSA)
SAAT KEMATIAN ORANG LANJUT USIA
MAKAN SIRIH (MARDEMBAN)
BAGI ORANG YANG SUDAH ORANGTUA
MANGKIHIR IPON (MERATAKAN GIGI)
BAGI ORANG YANG SUDAH AKIL BALIK
KERAJAAN NAGUR
KELOMPOK YANG PERPINDAH KE SUMATRA BERDIAM DI BATU BAHRA (SEKARANG BATUBARA)
ABAD KE V :
MEMBENTUK SUATU PEMERINTAHAN (=KERAJAAN NAGUR)
CATATAN :
YINGYAI SENGLAN (1416)
FERDINAND MENDES PINTO (1535)
TUANKU RAO (2007)


WILAYAH KERAJAAN NAGUR
SEKARANG WILAYAH NAGUR SUDAH DIBAGI MENJADI 6 DATI II
KABUPATEN SIMALUNGUN
KOTA PEMATANG SIANTAR
BATU BARA
TANJUNG BALAI
ASAHAN
SERDANG BEDAGEI

DI 6 WILAYAH INI MASIH BANYAK DITEMUKAN ISTILAH LAFAL SIMALUNGUN
INTERAKSI NAGUR KE LUAR
PEDAGANG CINA
PEDAGANG INDIA
KERAJAAN SINGOSARI (1200-an)
SINGOSARI INGIN MENGUASAI NAGUR
PASUKAN KERTANEGARA DI KIRIM KE NAGUR
SUKSESI KERAJAAN KE JAYAKATWANG
PASUKAN MENJADI WARGA NAGUR
DITEMPATKAN DI SATU WILAYAH ( DISEBUT TANOH JAWA)
ADVENTURER MARCOPOLO
ADVENTURER MENDESPINTO
MELAYU MASUK – BAWA AGAMA ISLAM (1450)
PEMERINTAHAN DAERAH
SEIRING PERKEMBANGAN PENDUDUK DAN WILAYAH, DIBENTUK PARTUANON PEMERINTAHAN DI TINGKAT DAERAH.
DIBENTUK PARTUANON DARI PUTRA PUTRI RAJA NAGUR
1 INDUK DAN 3 PARTUANON:
KERAJAAN SIANTAR SEBAGAI INDUK
PARTUANON PANEI
PARTUANON TANOH JAWA
PARTUANON SILOU


MUNCUL WABAH SAMPAR
WABAH SAMPAR ADALAH WABAH KOLERA YANG BANYAK MEMBAWA KORBAN
DIYAKINI TUHAN MARAH
PINDAH MENYEBRANG LAUTAN
RAMAI RAMAI PINDAH MENYEBRANGI LAUT TAWAR (DANAU TOBA) KE SAMOSIR
MENJADI PENDUDUK PULAU SAMOSIR
EMPAT KERAJAAN
KARENA INTERVENSI DARI KERAJAAN PASAI (ACEH) DAN WABAH SAMPAR PEMERINTAHAN NAGUR MELEMAH
PEMERINTAHAN DISEPAKATI MENJADI 4 KERAJAAN YANG SATU HARUNGGUAN (4 SERANGKAI)
LAHIR 4 KERAJAAN: (THN1700 AKHIR)
1. KERAJAAN SIANTAR (DAMANIK)
2. KERAJAAN PANEI (PURBA DASUHA)
3. KERAJAAN TANOH JAWA (PURBA TAMBAK)
4. KERAJAAN SILOU (SINAGA)

REMIGRASI KE NAGUR
SETELAH LAMA HIDUP DI SAMOSIR KETURANAN DARI SAMOSIR BANYAK YANG MERANTAU (KEMBALI) KE WAILAYAH NAGUR
WILAYAH NAGUR DIANGGAP SUDAH SEPI , LEBIH SUBUR DAN SANGAT DIRINDUKAN DAN DISEBUT “SIMALUNGUN”
SIMALUNGUN :
SIMA = PENINGGALAN
LUNGUN = YANG SEPI
REMIGRASI KE WILAYAH ATAS
BANYAK ORANG SAMOSIR DATANG MERANTAU KE EKS NAGUR TERUTAMA WILAYAH ATAS (SIMALUNGUN ATAS)
MEREKA MENJADI PEKERJA DI LADANG
BANYAK MENJADI MENETAP DI SIMALUNGUN DAN MENGANUT BUDAYA SIMALUNGUN
MEREKA MENYESUAIKAN BUDAYA DENGAN MARGA SETEMPAT
INTERVENSI NEGARA EROPA
BELANDA (1865) KARENA KESUBURAN TANAH
SULIT MENMBUS 4 KERAJAAN SERANGKAI
BELANDA MEMAKAI STRATEGI DEVIDE ET IMPERA , HADIAH DAN CANDU
MENAWARKAN DALIH JASA BAIK TAPI TUJUAN MEMECAHKAN KERAJAAN
LAHIR 3 KERAJAAN BARU , KERAJAAN TERPECAH SEMAKIN KECIL
PASUKAN KERAJAAN SIANTAR
TERBENTUK 7 KERAJAAN
ATAS SIASAT BELANDA TERJADI PEMBENTUKAN 7 KERAJAAN
7 KERAJAAN :
KERAJAAN SIANTAR (DAMANIK)
KERAJAAN PANEI (DASUHA)
KERAJAAN TANOH JAWA (SINAGA)
KERAJAAN DOLOG SILO (TAMBAK)
KERAJAAN SILIMAKUTA (GIRSANG)
KERAJAAN PURBA (PAKPAK)
KERAJAAN RAYA (SARAGIH)
KORTE VERKLARING TAHUN 1907
TIUNDUK KEPADA SISTIM PEMERINTAHAN BELANDA.
FOTO BERSAMA 7 RAJA
NAMA RESMI SIMALUNGUN
TAHUN 1910 BELANDA MEMBUKA PERKEBUNAN THE DI NAGA HUTA (SIANTAR)
UNTUK MENYEBUT WILAYAH KE 7 KERAJAAN SEMAKIN SERING DISEBUT SIMALUGUN.
PENULIS BELANDA RESMI MEMAKAI NAMA SIMALUNGUN
SETELAH KEMERDEKAAN, DITETAPKAN NAMA SIMALUNGUN UNTUK WILAYAH BEKAS KERJAAN NAGUR
MASA PERKEBUNAN
SETELAH PERKEBUNAN BELANDA DIBUKA LUAS, DIDATANGKAN BURUH KONTRAK DARI JAWA SECARA BERGELOMBANG
MUNCUL MASALAH BARU YAITU KEKURANGAN BERAS UNTUK BURUH MIGRAN DARI JAWA.
DIBUKA PERSAWAHAN BARU DARI : PANEI –SIANTAR – BANDAR – TANOH JAWA
DICARI ORANG TAPANULI SEBAGAI TENAGA PENGGARAP SAWAH.
LIHAT SURAT MASUKNYA ORANG TOBA KE SIMALUNGUN
DAMPAK PERKEBUNAN
POPULASI ETNIS DI SIMALUNGUN
(SENSUS 1939)
SIMALUNGUN : 87.696 JIWA
TOBA : 50.348 JIWA
JAWA : 38.952 JIWA
KARO : 4.130 JIWA
SUKU LAIN : 7.594 JIWA

CATATAN :
KEBERADAAN RAJA DAN SISTIM KERAJAAN MEBUAT MIGRAN SEBAGAI MASYARAKAT KELAS II
MENJELANG KEMERDEKAAN
SAAT PENDUDUKAN JEPANG (1942 -1945)
ADA ISSU INDONESIA MERDEKA
BANYAK NEGARA ASIA YANG MERDEKA
DIBENTUK LASKAR-LASKAR RAKYAT TERUTAMA DARI KAUM MIGRAN
JEPANG MENYERAH
NEGARA INDONESIA MERDEKA (17-8-45)
LASKAR BERGABUNG DENGAN NKRI
AWAL KEMERDEKAAN-1
RAJA –RAJA SIMALUNGUN BELUM SIAP BERGABUNG DENGAN NKRI
RAJA INGIN MENJALANKAN PEMERINTAHAN SENIRI
LASKAR BERPIHAK KE PEMERINTAHAN PUSAT
DEMI KEBERHASILAN PUSAT LASKAR DIIZINKAN MENGHABISI FEODAL (RAJA)


AWAL KEMERDEKAAN -2
LASKAR-LASKAR MEMBUNUH RAJA-RAJA DI SIMALUNGUN-MELAYU-KARO
DIKENAL REVOLUSI SOSIAL (3-MAR-1946)
KETIGA SUKU BERONTAK MENDIRIKAN NEGARA SUMATRA TIMUR (NST) 25 DES 1947
WALI NEGARA : DR. MANSYUR
WAKIL : KALIAMSYAH SINAGA
KA. POLISI : DJOMAT PURBA
BERAKHIRNYA NST
SOSIALISASI YANG KURANG MAKSIMAL
ADA LASKAR DI DAERAH MENJADI MUSUH DALAM SELIMUT
DUKUNGAN LUAR NEGERI TIDAK OPTIMAL
NST BERDAMAI DENGAN NKRI (KONFERENSI MEJA BUNDAR DI DEN HAAG, BELANDA)
JANUARI 1950 NST BERGABUNG DENGAN NKRI

DUDUK TENGAH TN. KALIAMSYAH SINAGA WAKIL WALI NST UNTUK PERSIAPAN KMB DEN HAAG, 1949

DR MANSYUR, TN. KALIAMSYAH SINAGA BERSAMA MOH. HATTA WAKIL PRESIDEN RI SEBELUM PENYERAHAN KEDAULATAN DARI BELANDA KE RIS, 1950
SETELAH BERGABUNG NKRI
PEJABAT SIMALUNGUN DIDOMINASI NON SIMALUNGUN
ADA KESAN KURANG PEDULI KE SIMALUNGUN
BUDAYA DAN SEJARAH MENJADI KABUR
TAHUN 1964 MULAI DIGALI MELALUI SEMINAR SIMALUNGUN DIGAGASI OLEH RADJAMIN PURBA SEBAGAI BUPATI SIMALUNGUN
SEMINAR BUDAYA (1964)
ORANG SIMALUNGUN ADALAH ORANG YANG MENGAKU DAN BERBUDAYA SIMALUNGUN
&
BUKAN BERDASARKAN MARGA
MARGA DAN BUKAN KARENA ASAL USUL
BUKTI EKSISTENSI SIMALUNGUN
SEBELUM KEMERDEKAAN HANYA DISIMALUNGUN ADA MUSEUM BENDA KUNO
BAHASA SIMALUNGUN LEBIH DEKAT DENGAN BAHASA ASAL YAKNI SANSEKERTA
MAKANAN ADATNYA AYAM YANG DIMASAK DALAM BAMBU
SATU-SATUNYA SUKU BATAK YANG TELAH MEMILIKI SISTIM PEMERINTAHAN KERAJAAN
BENDA ARKEOLOG TERTUA ADALAH PANGULU BALANG YANG TERBUAT DARI BATU (ZAMAN MEGALITIKUM)
KERAJAAN NAGUR SUDAH ADA SEJAK ABAD V


DAMPAK PSIKOLOGI - 1
WABAH SAMPAR
MERASA KAUM TERINTIMIDASI (TIDAK BEBAS)
DISENTIGRASI
MERASA KAWATIR DAN CURIGA
PERANG SAUDARA
TIDAK PERCAYA KEPADA KELOMPOKNYA
KASTANISASI
HARUS MENERIMA KASTANYA
AGAMA IMPORT
MERASA BUDAYANYA KUNO DAN BERHALA

DAMPAK PSIKOLOGI - 2
BELANDA DAN MIGRAN
MERUSAK TATANAN SOSIAL DAN TRADISI
MONARKHI
MENTAL MENJADI KERDIL DAN PASRAH
REVOLUSI SOSIAL
TRAUMA BERMAIN POLITIK
NST
TRAUMA DENGAN PEMERINTAH
PRRI
LEBIH MEMILIH MENJADI BODOH
TIDAK PERLU MENJADI KAYA



HALAMBIR NI SINDAMAK
MANGGUSTA MA IBAGAS
NAHAPE NINI HALAK
UHURTA MA IBAGAS
(PEPATAH SIMALUNGUN)

JAMBULAN SAKKAHOLEI
JADI SAMPUR TANGKUHUK
HATA NA DOB NI DOGEI
MAILA JOLMA SURUT

(PEPATAH SIMALUNGUN)
DAMPAK BAGI KEPRIBADIAN
PLEGMATIS :
INTROVERT
CENDERUNG MENARIK DIRI
APATIS
CENDERUNG PILIH “ZONA AMAN”
RESENTY
CENDERUNG PASRAH
PREJUDICE
CENDERUNG BERPRASANGKA
SUBMISIF
CENDERUNG MENGALAH
SOLUSI KE DEPAN
BERMOTIVASI AKAN TANTANGAN
BERINOVASI AKAN HAL BARU
MENGAMBIL TANGGUNGJAWAB
PROAKTIF
KOMUNIKATIF
MEMBUAT KEPUTUSAN

Ref : "Orang Simalungun" Dr. Sortaman Saragih, SH, MARS.

No comments: